Featured

Kisah Yesus dan Kita

Minggu Paskah [A]

5 April 2026

Matius 28:1-10

Kita menyukai cerita, terutama yang penuh dengan drama dan alur cerita yang tak terduga. Oleh karena itu, Allah mengutus Putra-Nya yang tunggal untuk menjadi manusia dan masuk ke dalam sejarah manusia. Kemudian, di bawah pengaruh Roh Kudus, para murid-Nya menceritakan dan menuliskan kisah hidup Yesus menjadi sebuah cerita, yakni Injil. Kisah-Nya telah menjadi cerita terhebat yang pernah dikisahkan. Namun, mengapa kita suka mendengarkan cerita, dan mengapa cerita tentang Yesus adalah yang terbaik?

Kita adalah makhluk yang memiliki kemampuan untuk berbahasa. Melalui kata-kata, kita tidak hanya berkomunikasi satu sama lain, tetapi juga menemukan makna dan tujuan dalam hidup kita. Pada zaman kuno, orang-orang menceritakan kisah-kisah mitos untuk memahami berbagai fenomena alam seperti hujan, guntur, dan bintang-bintang. Di zaman modern, kita memiliki ilmu pengetahuan untuk menjelaskan fenomena-fenomena ini, tetapi jika teori-teori ilmiah ini tidak dijelaskan seperti sebuah cerita yang menarik, kita tidak akan mudah memahaminya dan tidak tertarik untuk mendalaminya.

Kita tidak hanya menggunakan cerita untuk memahami lingkungan sekitar kita, tetapi juga untuk memahami siapa diri kita. Kita secara alami tertarik pada cerita yang baik, entah dalam novel yang ditulis dengan baik, pertunjukan teater yang dikemas dengan apik, atau film atau drama Korea yang diproduksi dengan matang. Kenapa? Karena kita dapat dengan mudah menjadi satu dengan cerita-cerita ini. Cerita yang baik membuat kita tertawa, menangis, bahkan marah, meskipun kita tahu kita sebenarnya bukan bagian dari cerita tersebut. Namun, cerita yang lebih besar adalah yang menjawab makna hidup kita. Kita belajar dari nilai-nilai yang dipegang setiap karakter, kata-kata yang mereka ucapkan, serta tindakan yang mereka lakukan.

Suatu kali, saya memutuskan untuk membaca novel klasik “The Brothers Karamazov” karya Fyodor Dostoyevsky. Awalnya, saya merasa malas saat melihat tebalnya buku itu, lebih dari 800 halaman. Namun, begitu mulai membacanya, saya terhanyut ke dalamnya, bukan hanya karena alur ceritanya yang tak terduga, tetapi juga karena setiap karakter tampak begitu hidup. Saya tertarik pada karakter Alyosha Karamazov, seorang pemuda yang berjuang mencari Tuhan setelah mentor tercintanya, Romo Zosima, meninggal dunia. Dalam pencariannya, dia menemukan kembali romo Zosima di dalam orang-orang yang tidak pernah dia duga sebelumnya.

Kembali ke kisah Yesus, alasan mengapa kisah-Nya adalah kisah paling berpengaruh adalah karena kehidupan Yesus dipenuhi dengan alur cerita yang tak terduga: Ia disalibkan, namun bangkit dari kematian; dikhianati, namun kembali dengan kekuatan yang lebih besar; dan dijatuhkan ke tempat terendah, namun kembali dengan kemuliaan. Selain itu, kehidupan dan kata-kata-Nya mengajarkan kita makna terdalam dan tujuan akhir hidup kita. Ajaran-ajaran-Nya seperti berbagai perumpamaan, khotbah di Bukit, dan Hukum Kasih tetap menjadi prinsip-prinsip abadi yang membimbing kita menuju kebahagiaan sejati.

Akhirnya, kisah Yesus adalah kisah terhebat dari semua kisah karena bagi kita yang memiliki iman, kita menjadi bagian dari kisah Yesus, dan kisah-Nya menjadi kenyataan dalam hidup kita. Hidup di dunia ini, kita pasti menanggung rasa sakit dan penderitaan, dan pada akhirnya, kita akan mati. Namun, bagi kita yang setia kepada Yesus, bahkan hal-hal terburuk yang menimpa kita, bahkan kematian sekalipun, tidak akan menjadi akhir dari kita. Yesus yang bangkit telah mengalahkan maut. Oleh karena itu, seperti yang dikatakan St. Paulus, “Jika kita telah mati bersama Kristus, kita percaya bahwa kita juga akan hidup bersama-Nya (Rom 6:8).”

Selamat Paskah!

Leuven
Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

Featured

The Story of Jesus

Easter Sunday [A]

April 5, 2026

Matthew 28:1-10

We naturally like stories, especially those filled with drama and unpredictable plot twists. Knowing this, God sent His only begotten Son to become man and enter into our human history. Then, under the influence of the Holy Spirit, His disciples narrated and wrote Jesus’ life into a story. It has become the greatest story ever told. Yet, why do we like to hear stories, and why the story of Jesus is best of all?

We are creatures of language. Through words, we not only communicate with each other, but also find meanings in our lives. In ancient time, people narrated mythical stories to make sense of various natural phenomena like rain, thunder, and stars. In modern time, we have science to explain these, but unless these scientific theories are elaborated like a story, they will not be easily understood, let alone attractive.

We are not only using stories to make sense our surroundings, but also to understand who we are. This is why we are naturally attracted to a good story in well-written novels, well-executed theatrical performances or films, because we can easily participate in them. Good stories make us laugh, cry and even angry, despite knowing that we are not really part of the story. Yet, the greatest stories are those who answer the meanings of our lives. We learn from the values each character holds, words they say and actions they do or fail to do.

One time, I decided to read a classic novel “The Brothers Karamasov” by Fyodor Dostoyevsky. Initially, I was discouraged by its size, more than 800 pages. Yet, when I began to read, I was drawn into it, not only because unexpected plot, but also each character seems to be truly alive. I was particularly attracted to Alyosha Karamazov, young man who struggles to find God when his beloved mentor, father Zosima passed away.

Going back to the story of Jesus, the reason His story is the most powerful story of all time is that Jesus’ life is filled with the most amazing plot twists: He was crucified, yet rose from the death, was betrayed, yet came back ever stronger, and was pushed to the lowest place, yet returned in glory. Furthermore, his life and words teach us the deepest meanings and ultimate destiny of our lives. His teachings like the parables, the sermons on the Mount, the Law of Love remain the eternal principles that guide us into the true happiness.

Finally, the story of Jesus is the greatest story of all because for those who have faith, the story of Jesus becomes a reality in our lives. Living in this world, we cannot but endure pains and sufferings, and ultimately, we are going to die. However, when we are faithful to Jesus, even the worst things that befall us will never have the final say in our lives. Even the darkest hours in our lives, we will make sense as we participate in His cross. As St. Paul said, “Now if we died with Christ, we believe that we will be also live with Him (Rom 6:8).”

Blessed Easter!

Leuven

Valentinus Bayu, OP